PF 14 Pembuka blogg kedua ku

Assalamualaikum ,selamat siang teman , ,,, alhamdulillah saya berhasil membuat isi pertama blog saya , oh iya ini juga pertama kali saya membuat essay untuk memenuhi persyaratan pendaftaran di Paramadina Fellowship , simak yah semoga bisa jadi panduan 😀 Ketika aku berbeda dengan mereka Arifatun Nisaa Wuni Aqhfa ,itu adalah nama yang diberikan ayah dan ibu untukku. Nama yang menemaniku bersama keluarga yang menyayangi dan membimbingku hingga aku dewasa  dan hampir menyelesaikan masa sekolahku di SMA.  Seperti teman-temanku  yang pada umumnya berpikir untuk melanjutkan  sekolah , dan kadang akupun berpikir kemana aku akan melanjutkan sekolah setelah SMA nanti ? , tapi apakah mungkin aku bisa kuliah dengan keterbatasaan ekonomi dalam keluargaku saat ini ?  Aku hanya bisa melihat dan berperan sebagai penggembira ketika teman-temanku berbicara tentang perguruan tinggi dan masa depan , karena bagiku masa depan hanyalah milik mereka yang memiliki biaya lebih. Sedangkan aku , untuk sekolah saja orang tuaku harus menerima ,mendengar dan memendam omongan tetanggaku yang hanya bisa meremehkan keluargaku .Kadang ingin sekali aku  meminta  pada  ayah dan ibu bahwa aku ingin seperti mereka yang dengan mudah mendaftar kuliah di universitas yang mereka inginkan kapanpun dan  dimanapun tanpa batasan biaya .Tapi aku tak setega itu untuk menambah beban dalam keluargaku. Karena aku tau , mereka sudah cukup lama membiayai sekolahku selama 12 tahun , dan itupun ayah harus rela bekerja jauh dari keluarga. Aku hanya bisa menangis ketika melihat ayah pergi. Beliau bekerja untuk membiayaiku agar aku tetap bisa bersekolah.Aku hanya bisa berdoa  dan meminta pada Allah , agar diberikan kemudahan untukku dalam menjalalni sesuatu hal sesulit apapun itu termasuk untuk  kuliah. Doa ayah dan  tangisan ibu setiap malamlah yang sekarang memotivasiku untuk tetap berjuang dan terus maju . Dinginnya air malam menjadi temanku mamohon dan meminta petunjuk pada  Yang Maha Kuasa. Aku hanya ingin membuat ayah dan ibu bahagia tanpa harus membanting tulang,  yang membuat wajah mereka terlihat agak tua , dan adikku… masa depannya masih panjang, akupun  tidak ingin dia mengalami hal sepertiku , berada dalam banyak pilihan. Aku ingin dia seperti anak-anak pada umumnya , belajar,bermain dan menggapai cita-citanya tanpa harus  memikirkan biaya.Aku selalu mengingat wejangan dari ibu ‘ Nik…kamu  jauh dari orang tua, jangan pernah kecewakan ayah dan ibu, sekolah yang bener  manfaatkan waktu selama di pondok dan sekolah, karena semua itu adalah bekal untuk masa depanmu’.Semuanya membuatku sadar dan bangkit  ‘aku harus berhasil , karena  Allah pasti akan menolongku, Dia tidak akan membiarkanku menangis ‘ . Aku mencoba mencari informasi tentang Universitas yang bersedia menerimaku tanpa harus aku membebani orang tuaku. Dan Allah menjawab semua do’aku, Beliau memberikan petunjuk  informasi tentang beasiswa Paramadina melalui kakak-kakak  yang datang ke sekolah untuk sosialisasi , sebisa mungkin aku mencoba untuk bisa memenuhi semua persyaratan  yang dibutuhkan, saat ini aku hanya bisa berdoa semoga aku bisa lolos dalam seleksi beasiswa dan bisa melanjutkan belajar di perguruan tinggi. Dengan kemampuan dan bekal yang aku punya , aku yakin  Allah akan member yang terbaik , karena aku yakin Beliau  maha adil dan aku percaya itu, optimis aku pasti bisa masuk beasiswa universitas Paramadina ,karena hanya dengan itu aku bisa melanjutkan sekolah. Kini,  saatnya aku membuktikan pada mereka,  orang-orang yang telah meremehkan ayah dan ibu selama ini, bahwa aku bisa melanjutkan kuliah meskipun aku berasal dari keluarga yang sederhana ,. *teng-teng* semoga bermanfaat kawan 

Iklan